“Pembuat Mie Kocok Mata Sapi ini spesial dari yang lain adalah kuah kaldu yang tak berbau, dan ada bumbu rahasia turun-temurun. Cita rasa ini kita pertahankan supaya pelanggan tetap ingat rasanya.
Saya ingat waktu pertama itu jual Rp 700 per porsi dan sampai sekarang kata kebanyakan pelanggan rasanya tak berubah,” imbuhnya.
Emi menambahkan, saat masa pandemi Covid-19 ini jualan tidak begitu berdampak karena para langganan masih tetap setia untuk membeli Mie Kocok Mata Sapi tersebut.
“Memang di di masa pandemi ini dampaknya ada. Hanya saja tidak begitu besar, karena saya masih bisa berjualan dan juga pelanggan banyak yang memesan,” pungkasnya. (bam/d)






