EKONOMI

Harga Cabai di Kota Sukabumi Sempat Turun Kini Naik Lagi

×

Harga Cabai di Kota Sukabumi Sempat Turun Kini Naik Lagi

Sebarkan artikel ini
Pedagang Cabai Merah
Salah seorang penjual cabai di salah satu pasar tradisional Kota Sukabumi saat melayani pembeli

SUKABUMI – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, menyebutkan harga cabai saat ini kembali alami penaikan harga, Selasa (7/11). Padahal sebelumnya, harga cabai sempat turun dikisaran 2.000 hingga 3.000 perkilogram.

Beberapa bahan pokok penting (Bapokting) yang mengalami perubahan harga yakni, cabai merah besar TW saat ini di bandrol Rp45 ribu dari sebelumnya Rp40 ribu per kilogram, cabai merah besar lokal dari Rp48 ribu menjadi Rp55 ribu, cabai besar hijau sebelumnya Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Bank bjb Tandamata

“Kemudian, cabai merah keriting menjadi Rp60 ribu dari sebelumnya Rp52 ribu per kilogram dan cabai keriting hijau semula Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram. Sedangkan, untuk cabai rawit merah saat ini tembus diangka Rp80 ribu per kilogram,” ungkap Kepala seksi Perdagangan Dalam Negeri Diskumindag Kota Sukabumi, M. Rifki kepada Radar Sukabumi, Selasa (7/11).

Rifki menerangkan, kenaikan pada cabai diakibatkan salah satunya oleh faktor cuaca saat ini yang kadang hujan dan kemarau. Sehingga, dapat merusak tumbuhan cabai yang mengakibatkan petani alami gagal panen.

“Imformasi dari para pedagang, petani alami gagal panen karena cuaca yang kadang hujan dan kemarau. Sehingga menyebabkan pasokan berkuranng dan otomatis harga terkoreksi naik,” ujarnya.
Adapun, harga beras masih belum alami perubahan harga. Artinya, masih tinggi. Seperti beras Ciherang Cianjur per kg masih di jual Rp14

ribu, Cianjur II Rp13.500, Ciherang Sukabumi Rp13.500, beras premium kelas I sebesar Rp14 ribu, dan untuk beras jenis medium lokal terendah Rp13.500 per kilogram. “Beras harganya belum turun sih. Tapi, untuk stok masih aman dan bisa mencukupi,” bebernya.

Sedangkan, Bapokting lainya masih terpanatu normal. Seperti, minyak goreng curah saat ini dikisaran Rp15 ribu sampai Rp16 ribu, minyak goreng dalam kemasan di pasar Modern di jual Rp40.900 per 2 liter, sedangkan di Pasar Tradisional per liter Rp17 ribu sampai Rp19 ribu, terigu masih diangka Rp11 ribu, garam halus 250 gram Rp1.500 per bungkus, garam gandu Rp500 per biji.

“Kemudian, daging ayam broliler Rp35 ribu, telur ayam negeri Rp26 ribu, gula pasir Rp14 ribu dan daging sapi Rp130 ribu. Untuk itu, pengawasan terhadap Bapokting terus dilakukan. Terutama pada komoditas yang naik saat ini,” tukasnya. (Bam)