Tahapan berikut adalah menjual daging sapi ke pedagang grosir berskala kecil. Merekalah yang menjual daging sapi ke pedagang eceran di pasar tradisional atau supermarket, sebelum akhirnya sampai di tangan konsumen.
“Pemerintah memandang solusi untuk memotong rantai distribusi adalah dengan menyerahkan prosesnya ke badan-badan pemerintah.
Padahal kalau pemerintah mau menangani semua proses distribusi daging sapi, maka pemerintah juga harus siap menanggung seluruh biaya terkait transportasi,” jelas dosen di sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta ini.
Dalam kondisi seperti ini, menurut dia, proses distribusi daging sapi yang melibatkan pemerintah sebagai pelakunya akan menghabiskan anggaran negara yang tidak sedikit jumlahnya.
“Sebagai ilustrasi, kita bisa melihat proses distribusi daging sapi di Jawa Barat (provinsi dengan tingkat konsumsi daging sapi tinggi) dan Jawa Timur (provinsi penghasil daging api terbesar di Indonesia), mengacu pada data Badan Pusat Statistik pada 2017 lalu,” ujarnya.
Biaya transportasi untuk distribusi daging sapi di Jawa Barat adalah Rp1.284, 29 per kilogram. Sementara itu biaya distribusi daging sapi adalah Rp445,83 per kilogram di Jawa Timur. Hal ini disebabkan adanya jarak yang dekat antara para pelaku di tahap produksi (peternak) dengan distribusi (pedagang) yang membawanya hingga ke tingkat konsumen di Jawa Timur.
Dengan menggunakan angka ini, lanjut Hizkia, maka dapat diperkirakan rata-rata biaya transportasi rantai distribusi daging sapi di Indonesia adalah Rp1.004,81 per kilogram. Dengan perhitungan kebutuhan nasional yang mencapai 709.540 ton di tahun 2017, maka pemerintah harus menyiapkan uang sebesar Rp713 miliar atau setara dengan 52,8 juta dolar AS untuk biaya transportasi yang menjangkau wilayah Indonesia.
“CIPS mendorong pemerintah untuk menyederhanakan regulasi dan tahapan terkait rantai distribusi daging sapi. Lebih penting lagi, kita perlu memanfaatkan perdagangan internasional melalui impor. Daging sapi impor memiliki jalur distribusi yang lebih pendek. Harga daging sapi internasional juga lebih murah dari daging sapi lokal,” jelasnya.(wid)



