EKONOMI

Dampak Mudik Dilarang, Bus di Sukabumi Sepi Penumpang

×

Dampak Mudik Dilarang, Bus di Sukabumi Sepi Penumpang

Sebarkan artikel ini
SEPI: Salah seorang penumpang bus antar provinsi nampak duduk sendiri menunggu penumpang lainnya di Terminal KH. Ahmad Sanusi Sukabumi. (widy/radarsukabumi)

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Pemerintah pusat secara resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 tahun 2021 yang membatasi larangan mudik pada selama H-14 peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei – 24 Mei 2021).

Tentunya pelarangan mudik tersebut tentu membuat agen-agen transportasi mengalami kerugian. Pasalnya, di waktu normal, momentum Hari Raya Idul Fitri mendapatkan lonjakan penumpang yang hendak mudik.

Bank bjb Tandamata

Pantauan Radar Sukabumi, dampak larangan mudik lebaran yang telah ditetapkan pemerintah membuat suasana Terminal KH. Ahmad Sanusi yang berlokasi di Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Selasa (27/4/2021) masih terpantau sepi penumpang.

Keadaan itu terjadi menyusul adanya pelarangan mudik Hari Raya Idul Fitri yang diberlakukan pemerintah. Salah satunya adalah armada bus antar provinsi menuju Jawa Tengah masih sepi penumpang, bahkan penurunan minat untuk mudik di tahun ini turun drastis hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tentu pelarangan mudik ini semakin terasa bagi kita untuk armada bis antar provinsi, salah satunya adanya pengurangan jumlah penumpang. Selain karena ada himbauan dari pemerintah mengurangi jumlah penumpang hanya 50 persen ditambah dengan adanya pelarangan mudik,” keluh Riki Yanwar, salah satu petugas tiket bus.

Sambung Riki, sepinya penumpang di terminal bus jelang mudik lebaran ini terjadi sejak mewabahnya Covid-19 di Indonesia salah satunya di Kota Sukabumi. Selain itu dampak yang terasa lainnya alah satunya adanya pengurangan jumlah penumpang sebesar 50 persen dari jumlah kuota bus.

Dikatakannya saat ini ia pun hanya mampu mengangkut penumpang 30-50 orang penumpang, berbeda dengan tahun sebelumnya ia bisa mengangkut hingga 100 penumpang per harinya.

Namun dikatakan Riki meski adanya penurunan penumpang sama seperti pada tahun sebelumnya setiap menjelang mudik lebaran tetap menaikan tarif ongkos untuk perjalanan antar provinsi seperti misalnya Bus PO Jawa Tengah Hiba Utama menaikan harga hingga 25 persen dari harga normal.

“Normal biasa kita jual Rp200 ribu untuk rute Sukabumi- Wonogiri- Surabaya sekarang naik menjadi Rp270 ribu per tiket,” ujarnya.

Meski begitu meski adanya pelarang mudik, namun nyatanya banyak warga yang menyiasati dengan melakukan mudik lebih awal. Sebagian dari mereka yang memanfaatkan libur kerja untuk pulang ke kampung halamannya.

Seperti dilakukan Nailur salah satu pemudik mengatakan ia sengaja mudik lebih awal karena nanti Lebaran Idul Fitri tidak bisa mudik.

“Sengaja lebih awal soalnya dari tempat kerja dapat liburnya lebih awal,” tutupnya. (wdy)