Proses pembuatan produk-produk ini cukup rumit dan memerlukan ketelitian. Kertas koran dilinting, dilapisi dengan cairan khusus agar tahan lama, dianyam, dan akhirnya difinishing dengan lapisan pelindung hingga empat kali. “Produk yang dihasilkan tahan air dan awet,” tambah Nurhaeti.
Dalam hal pemasaran, Nurhaeti tidak hanya mengandalkan penjualan langsung. Dia juga menjalin kerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota dan Kabupaten Sukabumi serta Toserba Selamat
. Selain itu, dia juga memanfaatkan toko online di beberapa aplikasi dengan nama Despar311 dan Balotex untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Produk-produknya dijual dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp10.000 hingga Rp750.000, yang seringkali dibeli oleh siswa-siswi sekolah untuk keperluan kerajinan tangan.
“Kami berharap bisa bersinergi dengan sekolah-sekolah untuk memberdayakan siswa-siswi melalui pelatihan dan menyadarkan mereka bahwa sesuatu yang tampak tidak berharga, seperti sampah, bisa diolah menjadi sesuatu yang indah dan bernilai,” pungkas Nurhaeti.
Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Nurhaeti terus berkarya, mengubah limbah kertas menjadi produk-produk unik yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi tetapi juga membantu menjaga lingkungan.
Bisnis Despar311 kini menjadi bukti bahwa dengan kreativitas dan ketekunan, apa yang semula dianggap sampah bisa diubah menjadi sumber penghasilan yang menginspirasi.(*)






