EKONOMI

Bombastis, Janda Bolong Saingi Harga Mobil

RADARSUKABUMI.com – Fenomena mahalnya jenis tanaman hias bernama Monstera Adansonii Variegated alias janda bolong. Jenis satu ini memang istimewa, spektakuler dan bombastis karena harganya terus menanjak.

Tidak main-main, Monstera Adansonii kini dibanderol seharga 2000$ atau sekitar Rp 15 juta perlembar daun. Menurut Mas Iwan, seorang pegiat dan ahli tanaman hias dari Bogor, harga ini meningkat sekitar 50 persen dari bulan sebelumnya.

“Bulan lalu, seingat saya masih 1000$, sekarang melambung,” kata Iwan. Kok bisa yah?

Pemicunya tak lain karena jenis ini tergolong langka dan sedikit. Padahal, permintaan dan peminatnya sangat tinggi. “Monstera sangat prospektif dan unik, sehingga banyak dicari,” jelas Iwan.

Padahal, kata Iwan, Monstera yang seharga puluhan juta itu daunnya baru sebesar 20 hingga 25 cm. “Bayangin kalau sudah mencapai ukuran dewasa 80 cm hingga satu meter?” ucapnya. Monstera bisa menjelma menjadi tanaman hias seharga mobil pribadi.

Yah, Monstera memang terus naik daun karena eksotikanya yang tak biasa. Jenis ini memang sangat berkelas bila menghiasi teras rumah bahkan di dalam ruangan. Sangat tepat untuk gaya rumah minimalis dan Skandinavia yang kini lagi trend.

Ada apa di balik harganya yang tinggi?

Sesuatu bisa bernilai jual tinggi karena estetikanya. Yah, begitulah yang kita bisa jumpai pada Monstera. Tanaman hias ini punya kekhasan pada daunnya yang unik dan warna hijau mengilap yang ditampilkannya.

Tidak hanya itu, Monstera diketahui mampu mendatangkan kesejukan hutan tropis dalam rumah. Dengan keistimewaan demikian, si janda bolong tentu layak dihargai mahal bukan?

“Keistimewaannya masih banyak lagi. Tapi, kalau belum paham sepenuhnya mengenai tanaman hias agak panjang penjelasannya,” tutur Iwan tertawa.

Perawatan jenis ini termasuk yang tidak rewel, sehingga tidak merepotkan. Monstera bahkan tahan ditempatkan di area dengan pendingin ruangan.

Berbeda dengan tanaman tropis kebanyakan, si janda bolong tidak memerlukan sinar matahari dan pencahayaan berlebihan.

Monstera juga tahan dari serangan hama dan penyakit. Intensitas pemupukan juga tidak terlalu intensif, setidaknya hanya sekali dalam sebulan. Oya, banyak yang percaya kalau si janda bolong beracun. Benarkah?

“Yah, beracun mas. Racun dompet, he….” kata Mas Iwan melucu. Tertarik mengoleksi Monstera, bersiaplah mengalami keracunan dompet. Tetapi, seperti kata pameo, hobi dan kesukaan memang tidak semurah membeli kacang goreng. (klikhijau.com)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button