EKONOMI

Beli Baju Lebaran Sumbang Inflasi Mei

SUKABUMI – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2020. Adapun angka inflasi di Kota Sukabumi tercatat sebesar 0,03 persen atau terjadi kenaikan IHK sebesar 104,85 persen.

Kasi Distribusi BPS Kota Sukabumi Sri Rachmawati mengatakan, inflasi bulan Mei lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yakni sebesar 0.07 persen. Sementara tingkat inflasi tahun kalender Mei 2020 sebesar 1,07 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2020 terhadap Mei 2019) sebesar 2,34 persen.

Dikatakannya, inflasi pada Mei 2020 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran dan kelompok yang paling mempengaruhi inflasi di Kota Sukabumi, salah satunya ada pada kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,71 persen.

“Bulan Mei, bertepatan dengan hari Lebaran Idul Fitri, biasanya di hari lebaran masyarakat sibuk dengan membeli keperluan Lebaran salah satunya fesyen bisa baju atau sandal,” terangnya kepada Radar Sukabumi, kamis (11/6).

Sementara kelompok lainnya yang juga ikut menderek inflasi di Kota Sukabumi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,12 persen dan kelompok perawatan pribadi, dan jasa lainnya sebesar 0,19 persen.

Selain inflasi, beberapa kelompok pengeluaran lainnya justru mengalami deflasi diantaranya ada pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,14 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,03 persen.

Di sisi lain terdapat enam kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan indeks harga yaitu, kelompok kesehatan, kelompok transportasi, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya, kelompok pendidikan, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran.

“Kelompok pakaian dan alas kaki pada Mei 2020 memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,04 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi yaitu baju muslim pria sebesar 0,02 persen dan baju muslim wanita dan kerudung/jilbab masing-masing sebesar 0,01 persen,” tutupnya. (wdy)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button