JAKARTA – Langkah investor asing yang tampak agresif mengakuisisi perusahaan di sektor keuangan, bakalan diikuti industri perbankan Tanah Air mulai tahun ini. Tiga bank pelat merah sudah membocorkan aksi korporasi mereka di Tahun Anjing Tanah.
Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Eugenia Mardanugraha menilai, akuisisi dan konsolidasi memang penting dilakukan perbankan demi efisiensi. Apalagi mengingat saat ini jumlah bank terlalu banyak di Indonesia.
“Secara umum, jumlah bank di Indonesia sebanyak 118 bank, terlalu banyak. Menurut saya, bank-bank perlu dikonsolidasi menjadi 60-70 bank saja, atau bahkan lebih sedikit,” ucapnya.
Dengan konsolidasi, imbuh Eugenia, maka modal suatu perbankan akan semakin kuat. Ini penting jika perbankan ingin menguasai pasar di Tanah Air. Keuntungan lainnya, profit sharing perbankan akan tetap berada di dalam negeri sendiri.
“Bank BUMN memang harusnya menjadi pelopor bagaimana melakukan konsolidasi, guna menghadapi persaingan bukan karena berhadapan dengan bank asing, tapi juga bagaimana perbankan dalam negeri ini kuat, untuk membangun negeri,” tuturnya.



