Tampilnya dua impersonator tersebut di Bugis Junction merupakan pemanis menjelang pertemuan bersejarah kedua pemimpin besok. Pertemuan Trump-Jong-un gadungan itu sendiri digelar dan dipandu Vybes, sebuah perusahaan global yang bermarkas di Singapura.
Howard X kepada media mengatakan sengaja tampil akrab dengan Dennis Alan untuk mencairkan suasana. Menurut dia, di setiap perbedaan selalu terselip persamaan. “Saya akrab dengan Trump (Dennis) karena punya karakter yang sama,” ujarnya tanpa membeberkan karakter apa yang dimaksud.
Pria kelahiran Hongkong yang besar di Australia itu menambahkan, dirinya dan Dennis sengaja hadir untuk menurunkan ketegangan dalam KTT. Politik, lanjut dia, khususnya antara Amerika dan Korea Utara, saat ini terlalu kaku dan terkesan sangat menyeramkan. “Kita ingin menampilkan wajah politik menjadi seru dan lucu-lucu,” imbuhnya.
Perjuangan Howard X untuk bisa tiba di Singapura sendiri bukan perkara mudah. Pekan lalu dia sempat ditahan dan diinterogasi di Bandara Changi karena tampilannya dinilai tak biasa. Namun, dalam interogasi tersebut, Howard yang sudah mendarat di Singapura pada Mei lalu mampu meyakinkan pihak imigrasi bahwa dirinya tidak akan melakukan aksi protes. Selain itu, dia diminta untuk tidak memasuki kawasan Pulau Sentosa.
Antusiasme warga Singapura akan kedatangan dua impersonator itu sangat tinggi. Berdasar informasi yang dihimpun Straits Times, acara tersebut berlangsung sejak Sabtu (9/6) di lokasi yang sama. Sama halnya dengan kemarin, acara serupa Sabtu lalu juga ramai.
Padahal, untuk bisa mengabadikan momen bersama dua peniru tersebut, warga tidak bisa melakukannya cuma-cuma. Sebab, Vybes selaku penyelenggara memasang tarif untuk setiap foto. Yaitu, SGD 10 (sekitar Rp 105 ribu) untuk foto dengan satu tokoh. Jika ingin foto sekaligus dengan keduanya, masyarakat harus merogoh kantong lebih dalam. Yakni, SGD 15 (setara Rp 156 ribu). Itu pun, pembayaran harus dilakukan terlebih dahulu melalui aplikasi Vybes.




