Serangan balasan Iran ke Israel dan pangkalan Amerika di Timur Tengah menjadi headline internasional. Tetapi bagi warga Teheran, yang terdengar lebih jelas adalah suara sirene, doa yang dipanjatkan di masjid, dan percakapan lirih tentang masa depan yang tak pasti.
Feature ini bukan sekadar tentang rudal dan strategi militer. Ia adalah tentang manusia—tentang bagaimana sebuah bangsa menghadapi kehilangan, lalu bangkit dengan cara yang mereka pahami: doa, perlawanan, dan harapan.(**)




