AFGHANISTAN — Di tengah perkembangan situasi politik yang berkembang di Afghanistan sejak Taliban merebut kekuasaan pertengahan Agustus lalu, mantan Presiden Ashraf Ghani tiba-tiba mencuri perhatian publik.
Di akun Facebook resminya, ada unggahan yang berisi seruan kepada masyarakat internasional untuk mengulurkan tangan persahabatan ke penguasa baru Kabul.
Unggahan yang mengatasnamakan Ghani itu juga meminta komunitas internasional untuk melegitimasi pemerintahan baru Taliban di Afghanistan.
Namun tidak lama kemudian, Ghani membuat konfirmasi di Twitter bahwa Facebooknya telah diretas. Ghani mengtakan, seseorang telah mendapatkan akses tidak sah ke akun Facebook-nya.






