Sementara itu, eskalasi konflik terus meningkat. Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2), yang merupakan serangan kedua setelah Juni 2025. Presiden AS Donald Trump menyebut operasi militer besar itu dilakukan untuk melindungi rakyat Amerika dari ancaman dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.
Bulan Sabit Merah Iran melaporkan, hingga Senin (2/3), jumlah korban tewas akibat serangan udara AS dan Israel sejak 28 Februari mencapai 555 orang. Serangan gabungan tersebut menargetkan 131 kawasan permukiman di seluruh Iran, menurut pernyataan yang dikutip Kantor Berita Fars.(**)




