ISTAMBUL — Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer gabungan besar-besaran terhadap Iran sejak Sabtu (28/2) dini hari, dengan lebih dari 2.000 target dibombardir di berbagai wilayah, menurut laporan The Wall Street Journal yang mengutip dua sumber terkait operasi tersebut.
Serangan dimulai pada Sabtu pagi melalui operasi udara berskala besar. Militer Israel menyatakan telah menembakkan ribuan amunisi dan melaksanakan lebih dari 700 sorti di wilayah Iran sejak awal penyerbuan.
Target serangan mencakup tokoh militer dan politik senior, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, komandan Korps Garda Revolusi Islam, sistem pertahanan udara, rudal balistik beserta peluncurnya, fasilitas intelijen, serta pusat komando.
Seorang pejabat militer Israel mengatakan kepada WSJ bahwa pasukan Israel dan AS telah bekerja sama selama berbulan-bulan untuk menyusun daftar target komprehensif, dengan ribuan jam dihabiskan untuk pengumpulan intelijen dan persiapan operasi.






