CEK FAKTA

CEK FAKTA: Hanya Trik, Agar Terlihat Pembangunan Jembatan Sodongkopo Dilanjutkan

×

CEK FAKTA: Hanya Trik, Agar Terlihat Pembangunan Jembatan Sodongkopo Dilanjutkan

Sebarkan artikel ini
Pembangunan Jembatan Sodongkopo
Tampak pekerja sedang mengerjakan penghalusan dinding Abutmen, Kamis (25/7). (foto: Ist/ untuk Radar Sukabumi)

PANGANDARAN – Sebagai proyek lanjutan, pembangunan jembatan Sodongkopo yang terletak diantara dua desa di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (Jabar), kian menuai sorotan publik.

Pasalnya, berdasarkan pantauan dilokasi, sejak pembangunanya dilanjutkan pada awal Juli 2024, hanya terlihat beberapa orang pekerja yang juga tidak jelas asal rekrutan dari perusahaan mana itu.

Bank bjb Tandamata

Hampir saban hari para pekerja itu, terlihat tengah mengerjakan beberapa jenis pekerjaan skala ringan, seperti merapihkan dinding tembok di bawah Abautment jembatan dan sebagian membuat bascam pekerja.

“Ya, yang terlihat hari ini hanya ada 6 orang pekerja. 4 orang ngaci dinding Abutmen dan yang 2 orang lagi membuat tempat peristirahatan,” tutur seorang warga Desa Kondangjajar, Kamis (25/7/2024).

“Dan, tidak/belum ada papan nama proyek, mungkin karena pekerjaan ini lanjutan program yang lama,” tambahnya, melalui pesan WhatsApp (WA).

Menyikapi kondisi itu, Ketua LSM BASMI (DPD Jabar), Herly D Tanderos, menduga pada pembangunan lanjut jembatan Sodongkopo tersebut hanya ‘kamuplase’ atau sebagai trik agar terlihat ada pengerjaan.

“Diduga hanya trik belaka. Seolah-olah dimata publik bahwa proyek jembatan tersebut tengah dikerjakan sebagai kelanjutan,” ujar Tanderos, saat ditemui di Posko BASMI, Bandung, Kamis (25/7/2024).

Karena lanjut dia, jika benar proyek tersebut sebagai kelanjutan atau penyelesaian dari pembangunan sebelumya, tentunya secara riil akan banyak pekerjanya termasuk berbagai jenis alat berat dilokasi.

“Ini jenis pekerjaan (proyek) kontruksi berskala besar/berat. Tentunya butuh banyak pekerja (tenaga kerja). Apalagi tidak jelas perusahaan/pelaksananya,” kata Tanderos.

Seperti diketahui sebelumnya, pembangunan jembatan Sodongkopo tersebut awalnya dilaksanakan pada Juli 2023 lalu. Bahkan, Ridwan Kami, saat itu menjabat sebagai Gubernur Jabar, ia menyampaikan bahwa jembatan Sodongkopo dengan anggaran (APBD) sebesar Rp72 miliar, akan selesai pada akhir 2023 lalu.

Namun nyatanya proyek tersebut mengalami keterlambatan alias mangkrak beberpa bulan, dan hingga saat ini belum diketahui kapan akan diselesaikan pembangunannya.

Alhasil, menyeruak berbagai argumen soal terhentinya pembangunan jembatan yang menghubungkan dua wilayah itu, yakni Desa Kondangjajar dan Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Pangandaran.

Salah satu alasan, karena alokasi aggaran sebesar 72 miliar itu dinilai tak mencukupi untuk menyelesaikan jembatan sepanjang sekitar 140 meter tersebut. Serta beberapa kendala teknis dan non-teknis lainnya.

Terkait kabar tahap lanjutan pembangunan jembatan tersebut. Saat ditanyakan kepada Kustoyo yang merupakan Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V (PJJ WP) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek jembatan Sodongkopo, saat konfirmasi pada Rabu (24/7/2024),melalui pesan WhatsApp (WA), ia tidak respon.