“Vaksinasi itu harus dilakukan untuk membentuk herd immunity. Tetapi, meski warga Sukabumi sudah divaksin, mereka tetap saja tidak boleh mengabaikan protokol kesetahatan.
Terutama saat beraktivitas di luar rumah. Seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dr Rita Fitrianingsih mengaku pihaknya terus mengantisipasi kemunculan adanya varian baru Covid-19. Meskipun saat ini varian tersebut belum masuk ke negara Indonesia.
“Apapun variannya, tetap standar prokes harus terapkan. Varian baru itu baru masuk ke beberapa negara, mudah-mudahan ke Indonesia khususnya Kota Sukabumi tidak ada. Kuncinya di perbatasan negara,” ungkapnya.
Saat ini, kasus Covid-19 di Kota Sukabumi sudah semakin melandai. Bahkan untuk hari ini (kemarin.red) tidak terdapat kasus yang terkonfirmasi. Kendati demikian, pihaknya selalu waspada dan mengantisipasi kemungkinan adanya kasus Covid-19.
” Alhamdulillah, di kita semakin melandai kasus covid nya. Semoga tidak terjadi lonjakan lagi,” harap Rita.
Pihaknya tidak pernah bosan untuk memberikan himbauan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.
Salah satunya yakni dengan menggunakan masker dimanapun dan kapanpun masyarakat saat melakukan aktifitas. “Gunakan masker saat beraktifitas, jangan lengah, tetap prokes itu harus di utamakan,” katanya.
Tak hanya itu, langkah pemerintah Kota Sukabumi untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok dalam mencegah penyebaran Covid-19 terus digalakan.
Salah satu indikatornya yakni dengan capaian vaksinasi dosis pertama yang sudah di atas 90 persen. “Vaksinasi ini menjadi salah satu upaya mengejar herd Immunity di tengah masyarakat,” ujarnya.(den/bal/t)





