Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu kepada Radar Sukabumi mengatakan, waspadai potensi gelombang tinggi antara 4,0 sampai 6,0 meter di perairan selatan Jawa Barat berlaku mulai 6 hingga 7 Desember 2021.
“Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai terjadinya bencana hidrometeorologi mulai September atau musim peralihan hingga masuk pada puncak hujan pada Januari 2022,” kata Teguh kepada Radar Sukabumi.
Untuk itu, bagi masyarakat yang tinggal ataupun berkepentingan mengunjungi kawasan pesisir selatan Jawa Barat, untuk selalu waspada dan berhati-hati. Karena, potensi gelombang tinggi masih mungkin terjadi hingga akhir bulan ini.
“Selain itu, perlu diwaspadai juga kejadian seperti abrasi dan kerusakan infrastruktur pantai lainnya yang disebabkan oleh gelombang tinggi dan angin kencang,” tandasnya.
Ia meminta masyarakat tidak percaya hoax dan selau mencari informasi kebencanaan melalui informasi resmi yang dikeluarkan dari pihak yang berhubungan langsung dengan kejadian bencana. “Iya, seperti BKMG, BASARNAS, BNPB, TAGANA, TNI/Polri dan aparat pemerintahan setempat,” pungkasnya. (den/t)






