WARUNGKIARA,RADARSUKABUMI.com — Dua rumah warga di Kampung Bojonghaur, RT 02/01, Desa, Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, hangus terbakar.
Diduga api bersumber dari lilin yang ditinggal pemilik rumah untuk salat tarawih.
Meski tidak memakan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 300 juta.
Camat Warungkiara Asep Suhenda mengatakan, peristiwa ini terjadi sekira pukul 21.00 WIB.
Saat itu, daerah tersebut mati lampu kemudian salah satu pemilik rumah menyalakan lilin dan penghuni rumah pergi ke masjid untuk salat tarawih.
“Api dari lilin itu merambat ke dinding rumah yang terbuat dari bambu hingga api membesar dan melalap rumah yang berdekatan,” kata Asep kepada Radar Sukabumi, kemarin (8/5).
Lanjut Asep, dirinya belum mengetahui pasti kronologis kejadiannya.
Pihaknya baru menerima laporan sementara.
Sedangkan, korban kebakaran saat ini sudah diungsikan ke rumah RT setempat. “
Ya, korban sudah diungsikan sementara waktu di rumah RT.
Kami sudah koordinasikan dengan pihak pemerintah terkait seperti BPBD dan lainnya,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutina mengungkapkan, dua unit rumah yang dihuni empat Kepala Keluarga (KK) dengan 13 jiwa ini hangus dilalap si jago merah.
“Dari laporan sementara, kebakaran akibat dari api lilin yang dibiarkan menyala oleh pemilik rumah karena sedang mati lampu.
Sementara pemiliknya meninggalkan rumah untuk salat tarawih,” ujarnya.
Menurut Daeng, kebakaran salama Ramadan sudah beberapa kali terjadi.
Penyebabnya akibat konsleting listrik dan lilin. Tak dipungkiri sambung Daeng, pada Ramadan biasanya bencana kebakaran ini kerap terjadi karena masyarakat tidak memastikan kondisi rumahnya dalam keadaan aman ketika ditinggal.
“Apalagi kalau hendak sahur.
Biasanya warga langsung tidur kembali tanpa memastikan api dalam kompor ataupun tungku keadaan aman atau sudah padam,” imbuhnya.
Sebab itu, BPBD Kabupaten Sukabumi meminta agar masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaanya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Sebelum ke luar rumah, hendaknya warga khususnya ibu-ibu bisa terlebih dulu memeriksa rumah dan memastikan semuanya dalam keadaan aman. Terutama kompor gas dan api dalam tungku,” tandasnya.
(bam/s)






