Di lokasi yang berbeda, sang istri dari korban, Tati Sumiati (49) sudah merasakan firasat dari hari Senin saat korban pertama kali pamit untuk bekerja.
“Saya mendapat kabar tadi pagi dari mertua bahwa suami saya sudah meninggal dan ada di rumah sakit, dari situ saya langsung menebak pasti karena dipatuk ular,” imbuhnya.
Lanjut Tati, sebelumnya sang suami pernah mendapatkan gigitan dari ular cobra juga sampai membuatnya koma selama sehari semalam sekitar enam bulan yang lalu.
Menurutnya, sudah sejak lama dirinya tidak menyetujui jika suaminya meneruskan kegiatan memburu ular, namun tidak pernah diindahkan oleh Wawan.
Kali ini, Tati mengatakan bahwa pihak keluarga tidak menginginkan Wawan untuk di otopsi. Baginya, semua sudah ditakdirkan Allah SWT dan tidak mungkin bisa mengembalikan suaminya.
“Saya sudah ikhlas, kasian jasad suami saya lama-lama di sini, mau saya bawa pulang saja,” cetusnya.
Pada kesempatan yang sama, staff forensik Andri Kurniawan, menjelaskan kondisi tubuh Wawan sudah lebam dan diperkirakan sudah terkena racun ular sampai ke seluruh tubuhnya.
“Ada dua titik sebesar ujung jarum di dada sebelah kiri, lalu ada luka di lengan kanannya.
Mungkin saat menarik tangan ketika merogok lubang terkena bebatuan dan ular mematuk dadanya saat melarikan diri dari lubang, tapi saya perkirakan korban meninggal dalam hitungan beberapa jam saja dan tidak sampai sehari,” pungkasnya. (cr5/izo)






