“Rata-rata kasus buang bayi itu dilatarbelakangi oleh hubungan gelap, dimana si orang tua bayi tidak mau menanggung malu akibat hasil hubungannya. Untuk antisipasinya, harus seluruh pihak terlibat terutama peranan lingkungan terkecilnya, pemerintah dan tokoh masyarakat sekitar,” beber Nasriadi.
Diberitakan sebelumnya, hanya karena malu menanggung aib, EL (27), janda muda asal Kampung Cisaat RT 4/2, Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug tega membuang bayi hasil hubungan gelapnya. Bayi mungil laki-laki yang dirinya lahirkan ini diketahui sudah tidak bernyawa dalam kondisi mengenaskan di kamarnya.
Diketahui EL menjalin hubungan asmara dengan AR, pria asal Ciledug, Jakarta yang ia kenal melalui media sosial facebook. Dugaan kuat, bayi malang yang dibungkus tas kulit hitam dan disimpan di bawah ranjang tempat tidur EL adalah hasil hubungan gelapnya.
Aksi kejamnya itu terkuak setelah tetangga korban mencurigai gelagat EL ketika hendak mengubur kantong plastik hitam di belakang rumahnya pada Rabu (25/4) pagi. Lantas, beberapa warga yang curiga lalu mengecek isi kantong yang dibuangnya dan ternyata berisi ari-ari bayi baru lahir. (cr15/d)





