Lebih lanjut ia menjelaskan, kerusakan alat deteksi tsunami tersebut, selain dipengaruhi oleh faktor usia yang sudah tua, juga disebabkan oleh tidak adanya pemeliharaan secara baik. “Tentunya ini harus segera diperbaiki dan harus ada peninjauan berkala. Ya, jangan sampai dibikarkan begitu saja,” imbuhnya.
Meski demikian, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi telah mengantisipasi soal bencana tsunami dengan cara mensosialisasikan kepada seluruh warga dan para nelayan di wilayah Perairan Selatan Sukabumi. “Seperti sekarang, kita memberikan himbauan kepada para nelayan soal perubahan musim barat.
Selain itu, bagi nelayan yang aktif berlayar di wilayah perairan Selatan Sukabumi, kita berikan alat penunjang dalam melaut. Seperti memberikan pelampung, alat penerangan, sepatu bots dan lainnya,” pungkasnya.(den/t)





