Sebab itu, pihaknya berharap kepada pemerintah agar dapat membantu untuk dapat memulangkan istrinya dari kantor Syarikah Negara Timur Tengah ke kampung halamannya.
“Iya, istri saya sudah ada sekitar 10 bulan tinggal di kantor Syarikah. Katanya terlarlantar disananya,” imbuhnya.
Pihaknya menambahkan, ia selaku suaminya sering kali melakukan komunikasi dengan pihak sponsor yang memberangkatkan istrinya ke Negara Qatar tersebut untuk meminta pertanggungjawaban.
“Pihak sponsor ketika dimintai pertanggungjawaban, selalu janji tapi tidak jelas. Katanya bulan sekian akan pulang istri saya ini. Tapi sampai sekarang tidak ada. Saya berharap pemerintah bisa membantu untuk memulangkan istri saya agar bisa berkumpul bersama keluarga dan anak tercintanya di Jampang,” pungkasnya. (den/d)






