“Saya ingin full speed di sebelum Lebaran tapi batching plan sudah pada libur dan ini hari besar Lebaran, saya kira kita kasih kesempatan libur dulu sampai tanggal 15 baru full speed untuk penanganan permanen. Penanganan permanennya kira-kira 2-3 bulan untuk bisa secara permanen kita bisa tangani,” jelasnya.
Lebih lanjut dirinya menegaskan bahwa penyebab longsor Tol Bocimi itu dipastikan karena curah hujan tinggi, bukan karena gerakan tanah. “Kita lihat di sana longsorannya, ini bukan gerakan tanah, tapi memang longsoran, tanah timbunan pada saat pembangunan, karena curah hujan yang tinggi,” kata Basuki di KM 64 Tol Bocimi, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jumat (5/4/2024).
“Kita lihat vegetasi pohon-pohon pisang masih tegak berarti memang bukan gerakan tanah tapi material longsor saja. Ini timbunan tinggi,” ujarnya.(*/hnd)






