Tim BMKG Sebut Potensi Nampak Hilal Tipis, Artinya

PEMANTAUAN HILAL : Persiapan pemantauan Hilal oleh tim Hilal BMKG di Pos Observasi Cibeas Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi.(Foto : Garis)

SUKABUMI — Kepala Pusat Geopotensial Tanda Waktu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono menyebut potensi terlihatnya hilal untuk menentukan awal bulan Ramadan sangat minim.

Hal itu disampaikan Rahmat saat melakukan persiapan rukhiatul hilal di Pos Observasi Cibeas Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi, Jumat (1/4). Dia menjelaskan hari ini pemantauan hilal dilakukan serentak di seluruh Indonesia oleh BMKG.

Bacaan Lainnya

“Kurang lebih 34 lokasi termasuk di sini di Sukabumi. Ada dua tim di sini yaitu statsiun Geofisika Bandung dan dari BMKG Pusat,” ucap Rahmat kepada Radar Sukabumi.

Menurut Rahmat pihaknya sudah melakukan persiapan termasuk alat-alat dan mensetting mendekati matahari tenggelam. “Kita akan fokus pengamatan hilalnya, karena hilal baru akan nampak bilamana matahari sudah tenggelam,” ucapnya.

Ia memprediksi secara keseluruhan hari ini di lokasi atau di Sukabumi sekitar dua derajat, tetapi secara umum mulai dari Jayapura satu derajat 7 menit 12 detik. Kemudian yang tertinggi itu sekitar Mentawai dua derajat lebih.

“Secara umum tentunya dengan tinggi derajat ini akan sangat sulit untuk kita bisa melihat hilal, karena sangat dekat dengan pancaran matahari, baru tenggelam tidak lama kemudian bulan ikut tenggelam, sehingga potensi kelihatannya (hilal) sangat kecil untuk seluruh Indonesia,” paparnya.

Adapun alat yang digunakan, tambah Rahmat sudah modern, teropong yang disetting dengan peralatan canggih. Di mana ini nanti secara otomatis teropong akan mengikuti pergerakan sasaran bulan.

“Kita tahu koordinatya di mana, kita akan mengikuti pergerakan bulan, intinya dalam hal ini cuacanya cerah, dan tinggi hilal yang cukup memadai mestinya kita mampu menyaksikan hilal. Sebab cuaca juga sangat berpengaruh. Apalagi jika di upuk barat clear tidak ada awan, akan mudah menyaksikan hilal,” jelasnya.

Menurut pengalamannya pengamatan hilal dengan baik jika ketinggian berada di 6,5 derajat. Namun jika lebih rendah dari itu, seperti 2 derajat makan potensi nampak hilal sangat kecil.

“Tentu kami akan laporkan (hasil pemantauan) kepada Kementrian Agama melalui sidang isbat nanti malam. Di mana nanti Kemenag menyampaikan keputusannya , apakah besok mulai puasa atau satu hari kedepan menunggu sidang isbat,” tandasnya (ris/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *