Ia mengaku belum bisa menjawab, terkait dugaan penyebab kematian korban. Karena harus menunggu terlebih dahulu pemeriksaan lab secara keseluruhan.
“Iya, kita serahkan kepada Kanit Serse-nya. Hasilnya mungkin nanti akan dapat diketahui sekira satu mingguan,” bebernya.
Ia menambahkan, proses ekshumasi telah dilakukan dengan kurun waktu sekitar dua jam lamanya, dimulai dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 10.40 WIB. “Waktu dilakukan ekshumasi, jenazahnya sudah mulai membusuk,” imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang kakak korban bernama Fitri (47) kepada Radar Sukabumi mengatakan, bahwa korban ini statusnya duda. Ia pernah menikah, namun sudah lama pisah sama istrinya dan tidak memiliki anak.
“Saya dari pihak keluarga, hari ini sudah melakukan autopsi tentang pembunuhan adik saya untuk pemeriksaan lebih lanjut dan lebih akurat,” katanya.
Ia mengaku sebagai kakak kandung korban, menuntut keadilan dan meminta agar menindaklanjuti kasus pembunuhan adiknya tersebut, seadil-adilnya.
“Kasusnya itu karena ini sudah ditangan hukum. Jadi saya gak bisa ngomong panjang lebar, saya menunggu keputusan bagaimana yang berhak, terutama Pak Polisi yang mengurus semuanya. Saya berdoa sama Allah, semoga semuanya cepat tuntas dan pelaku yang menghakimi adiknya harus dihukum seadil-adilnya,” pungkasnya. (den/d)






