BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Tewas Dikeroyok Massa, Kuburan Pemuda Kebonpedes Sukabumi Dibongkar

×

Tewas Dikeroyok Massa, Kuburan Pemuda Kebonpedes Sukabumi Dibongkar

Sebarkan artikel ini
Petugas Kepolisian saat melakukan ekshumasi terhadap jasad ANR (37) di TPU
DIEKSHUMASI : Petugas Kepolisian saat melakukan ekshumasi terhadap jasad ANR (37) di TPU Gunung Leutik, Kampung Cipari, Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes pada Rabu (05/04).(FOTO : DENDI RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI — Seorang pemuda berinisial ANR (37) asal warga Kampung Cipari, RT (04/06), Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi tewas seusai Dikeroyok. Bagaimana tidak, remaja yang berstatus duda itu, ditemukan tewas mengenaskan setelah menjadi bulan-bulanan massa di Kampung Kawung Luwuk, Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (31/3/) lalu.

Aksi tidak terpuji ini, sempat viral di aplikasi perpesan WahtasApp. Dalam rekaman video yang berdurasi 31 detik itu, tampak terlihat korban tengah bersimbah darah dan terkapar di tengah lahan pesawahan, usai diamuk massa. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dikabarkan telah menghembuskan nafas terlahirnya saat mendapatkan penanganan tim media di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin SH Kota Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

Kapolsek Gegerbitung, Polres Sukabumi, Iptu Erman kepada Radar Sukabumi mengatakan, untuk kepentingan penyelidikan lebih dalam, saat pihak kepolisian tengah melakukan ekshumasi terhadap jasad korban di Tempat Permakaman Umum (TPU) Gunung Leutik, Kampung Cipari, Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes pada Rabu (05/04).

Ini dilakukan lantaran pihak keluarga korban tidak menerima salah satu keluarganya telah dikeroyok hingga meninggal dunia, karena dituding sebagai pelaku pencurian bermotor di wilayah Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung.

“Keluarga korban menuntut keadilan dan mereka meminta polisi melakukan ekshumasi. Karena, korban ini dianiaya sehingga mengakibatkan meninggal dunia, kita autopsi (ekshumasi). Kita gali kuburannya untuk mengungkap penyebab kematiannya akibat apa,” kata Erman kepada Radar Sukabumi usai melakukan ekshumasi pada Rabu (05/04).

Menurutnya, ekshumasi tersebut sengaja dilakukan untuk kepentingan proses sebagai barang bukti serangkaian penyidikan dalam menangani kasus tersebut. Ketika disinggung mengenai kronologis peristiwa tersebut, ia menjawab, bahwa dugaan sementara korban dituding maling sehingga dikeroyok massa.

“Untuk kasus ini, saya belum bisa menjelaskan secara rinci yah. Karena, rencananya akan di rilis langsung nanti di Polres Sukabumi. Tapi, dugaan sementara yang bersangkutan atau korban ini bersama rekannya datang ke wilayah Desa Caringin Gegerbitung. Kemudian rekannya masuk rumah dan diketahui oleh yang punya rumah, melarikan diri, sehingga dikejar oleh massa dan terjadilah pengeroyokan,” tandasnya.

Sementara itu, Dokter Forensik Mabes Polri, Arif Wahyono mengatakan, ia mengaku sudah melakukan pemeriksaan terhadap jenazah ANR pada ekshumasi tersebut. Hanya saja, untuk hasilnya akan ditindaklanjuti untuk dilakukan pemeriksaan kembali di laboratorium. “Kami periksa pada bagian lambung dan urinnya,” katanya.