Tersangka Kecelakaan Maut Cibeureum Masih ‘Bernapas Lega’, Kapolres : Pelaku Masih di Rumah Sakit

Lakalantas Cibeureum Sukabumi
RINGSEK: Kondisi kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan RA Kosasih, tepatnya di depan Pesona Cibeureum Permai, Kamis (22/9).

SUKABUMI — Elizabeth Hoo (71) tersangka kasus kecelakaan maut yang merenggut nyawa hingga tiga orang di Jalan RA Kosasih, Cibeureum Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (22/9) lalu, masih bisa bernapas lega. Pasalnya, hingga saat ini polisi belum melakukan penahanan terhadap pelaku karena masih dalam perawatan medis di rumah sakit.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin mengungkapkan, karena kondiai tersangka masih berada di rumah sakit sehingga belum dilakukan penahanan. “Ya, pelaku sampai siang ini belum di tahan. Karena mengingat, kondisi kesehatan yang bersangkutan masih di rumah sakit ada rekam medis yang kami terima namun tidak elok untuk disampaikan,” ungkap Zainal kepada Radar Sukabumi, Selasa (4/10).

Bacaan Lainnya

Kendati demikian, menurut Zainal, tersangka dan pihak keluarga sangat koperatif. Sementara, kasus kecelakaan maut tersebut juga sudah masuk dalam proses sidik. “Sejauh ini, sudah naik dalam proses sidik. Kemarin dari Satlantas sudah rilis, itu progres terbarunya. Masih proses penyidikan melengkapi alat bukti yang ada keterangan saksi kemudian memperkuat unsur dalam pasal tersebut yang diterapkan terhadap tersangka,” ujarnya.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP SY Zainal Abidin
Kapolres Sukabumi Kota, AKBP SY Zainal Abidin saat diwawancara

Sebelumnya, Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota Ipda Jajat Munajat mengatakan, Satlantas Polres Sukabumi Kota saat ini sudah melayangkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Sukabumi. “Sejak dinaikan proses penyidikan Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota, saat itu juga secara otomatis yang bersangkutan atau saudari EH ini naik menjadi tersangka,” ucapnya.

Lanjut Jajat, sejauh ini perkembangan kasus yang menewaskan tiga orang warga itu masih dalam tahap penyidikan. Hari kelima pasca kejadian, pihak ATPM telah memeriksa mobil matik yang menabrak angkot. “Hari ini sudah masuk hari kelima, dan kami sudah masuk dalam tahap penyidikan dari kecelakaan tersebut kemudian juga tahapan pemeriksaan tentang fungsional mesin. Kami bekerjasama dengan ATPM Mitsubishi langsung dari Jakarta yang kemudian sudah melakukan pemeriksaan secara keseluruhan dari fisik mesin bekerja dengan masih baik atau cukup baik,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat bagian dalam mobil yang membutuhkan pemeriksaan khusus. Bahkan, hasil pemeriksaan bisa menghabiskan waktu sekitar dua bulan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *