JAKARTA — Termasuk pembangunan Tol Cigombong-Cibadak atau Tol Bocimi Seksi II, PT Waskita Karya (Persero) akan memanfaatkan suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp7,9 triliun untuk menyelesaikan proyek 7 ruas tol.
“PMN sebesar Rp7,9 triliun yang rencananya diberikan kepada Waskita akan sepenuhnya digunakan untuk melanjutkan pembangunan pada enam ruas tol di Pulau Jawa dan satu ruas di Pulau Sumatera,” kata Direktur Utama Waskita Destiawan Soewardjono dalam keterangan tertulis yang dikutip dari Antara, Senin (23/8).
BACA JUGA : Wapres Maruf : cita-cita kita untuk mengejar Indonesia maju
Menurut Destiawan, penyelesaian tujuh ruas tol tersebut akan meningkatkan arus pergerakan barang dan manusia, sehingga bakal berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Jika dirinci, 7 ruas tol yang akan menggunakan PMN antara lain Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Tol Cimanggis-Cibitung, Tol Ciawi-Sukabumi, Tol Pejagan-Pemalang, Tol Pasuruan-Probolinggo, Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar, dan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung.
Destiawan menilai penyelesaian tol tersebut akan meningkatkan konektivitas dari kawasan produksi ke kawasan distribusi, memudahkan akses ke daerah pariwisata, dan membuka akses ke kawasan ekonomi baru.
Selain itu, proyek tersebut juga berdampak langsung berupa penyerapan tenaga kerja konstruksi dan pemberdayaan pemasok lokal serta UMKM. Perusahaan mencatat sepanjang semester I tahun ini, kendaraan yang memanfaatkan tujuh ruas tol tersebut mencapai 97 ribu per hari. Angka tersebut akan meningkat seiring penyelesaian proyek dan meredanya pandemi covid-19.
“Saat ini kebutuhan infrastruktur semakin besar, terutama untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi. Untuk itu kami terus berkomitmen mendukung pemerintah dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur,” katanya.
Perusahaan memperkirakan penyelesaian seluruh ruas membutuhkan waktu hingga 2025. Penyelesaian proyek bergantung pada kecepatan progres pembebasan lahan dari masing-masing ruas.






