“Kerugian akibat harga sawi hingga nol rupiah ini, sekitar Rp60 juta dari total lahan yang ditanami sawi seluas empat hektare lebih. Iya, per hektarenya sekitar Rp15 juta. Seharusnya pemerintah mengambil peran untuk menstabilkan harga sawi yang saat ini kondisinya memprihatinkan dan mencari solusi yang baik untuk pasar yang ideal. Jangan seperti ini terkesan tutup mata,” tandasnya.
Untuk itu, para petani sawi di wilayah Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes berharap kepada pemerintah agar segera mencabut penerapan PPKM tersebut. Karena, warga menilai PPKM ini telah berdampak serius terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Khususnya para petani.
“Jadi dengan adanya PPKM ini, bukannya menguntungkan masyarakat tetapi faktanya telah merugikan masyarakat. Iya, masyarakat itu banyak yang bilang kepada desa, bahwa mereka itu tidak hanya butuh sembako maupun BST saja. Tetapi diharapkan dapat segera mencabut PPKM ini. Karena dampaknya sangat buruk,” pungkasnya. (den)






