“Nah, kalau lihat kelahiran istrinya itu orang Bogor dan lama di sana, setelah itu ia pindah ke sini Desa Sukamaju (Sukabumi) pada tahun 2010,” paparnya.
Setelah ia pindah ke Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung, terduga pelaku merupakan orang berkepribadian tertutup dan jarang berbaur bersama warga sekitar.
“Saat pindah ke sini, pelaku itu juga jarang disini, ditambah tertutup jarang berbaur sama warga. Emang itu juga kadang kalau lihat kadang ada kerja bakti ada, cuman gak tiap hari ada disini,” imbuhnya.
Untuk itu, saat dilakukan penggeledahan, warga setempat langsung heboh dan merasa tidak percaya, bahwa di kampungnya terdapat rumah terduga teroris. “Respon warga panik, kirain nggak ada yang seperti itu, gak disangka-sangka dan namanya juga di kampung, gak taulah awam, boro-boro kaya gitu,” timpalnya.
“Jadi, rumah yang digeledah itu, rumah yang bersangkutan aja kalau di desa ini mah, kalau di desa yang lain ada rumah ibunya yang di Wangunreja,” pungkasnya. (den/d)






