Melati Daeva Oktavianti (Ganda Campuran)
Melati Daeva Oktavianti atau Meli merupakan atlet kelahiran Serang, 26 Oktober 1994 dan sempat berlatih bersama PB Djarum. Prestasinya mulai terlihat ketika menjuarai kejuaraan dunia BWF di tahun 2012. Ketika itu, Meli berpasangan dengan Edi Subaktiar.
Dilansir dari berbagai sumber, Meli sudah aktif mengikuti turnamen bulutangkis sejak tahun 2007 dan mulai bergabung dengan PB Djarum setahun kemudian. Awalnya, Meli menganggap bulu tangkis hanya sebagai hobi. Namun, kini hobinya itu justru membuahkan hasil. dia berhasil masuk ke dalam lima besar ganda campuran terbaik dunia, bersama Praveen Jordan.
B. Atletik
Lalu Muhammad Zohri
Lalu Muhammad Zohri lahir di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, 1 Juli 2000 adalah seorang pelari muda 100 meter Indonesia yang berhasil meraih medali emas dan menjadi juara dunia pada Kejuaraan Dunia Atletik Junior 2018 yang berlangsung di Tampere, Finlandia. Dengan catatan waktu 10,18 detik, Zohri mengalahkan dua pelari Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison.
Catatan waktu Zohri ini sekaligus memecahkan rekor nasional junior atas namanya sendiri yakni 10,25 detik. Berbagai kompetisi lari internasional pernah diikutinya, dan hampir seluruhnya menempati juara satu dan dua. Zohri, yang baru tergabung ke pelatnas pada akhir 2017, seakan mengangkat kembali derajat prestasi atletik Indonesia di ajang internasional.
Alvina Tehupeiory
Alvina Tehupeiory adalah seorang sprinter Indonesia asal Maluku yang lahir pada 5 April 1995. Tahun 2019 Alvina memecahkan rekor nasional 20 tahun Irene Joseph untuk 200 Meter, dan telah dipilih oleh Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia untuk mengisi kuota atlet mereka untuk Olimpiade Tokyo 2020 yang sempat tertunda.
Jauh sebelum itu, banyak prestasi telah diukir Alvina, salah satunya menjadi juara satu untuk 400 Meter PON XIX Jabar 2016. Alvina menorehkan waktu terbaik yakni 23,75 detik atau lebih cepat 11 detik dari rekor lama yang dicetak Irene Joseph. Dia mengalahkan para pesaingnya yakni Livia Rizki dari Jawa Tengah yang mencatatkan waktu 25,03 detik dan Sri Mayasari dari Sumatera Selatan yang membukukan waktu 25,31 detik.
Seperti diketahui dia mulai menyukai dunia atletik sejak 2009 atau ketika masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Kini Alvina merupakan atlet kebanggan TNI asal Kodam XVI/Pattimura yang mampu menorehkan raihan gemilang khususnya di cabang atletik.
C. Panahan
Riau Ega Salsabila
Atlet panahan nasional Riau Ega Agatha Salsabila lahir di Blitar, 25 November 1991 mulai menekuni olahraga panahan sejak umur 10 tahun. Dia mulai giat berlatih ketika hijrah ke Surabaya. Prestasi perdana ia raih ketika mengikuti ajang Asian Grand Prix di Filipina. Dia meraih peringkat ketiga. Ia sempat juga mendapatkan 1 emas, 3 perak, dan 1 perunggu di Kejuaraan ATM Malaysia Terbuka.
Riau juga sukses meraih medali perunggu di ajang Piala Dunia Panahan yang berlangsung di Shanghai China pada bulan Mei. Medali perunggu direbut pada nomor individu recurve. Prestasi apik juga ditorehkan Riau Ega ketika berlaga di SEA Games 2015 Singapura. Riau berhasil meraih medali perak di nomor beregu recurve putra.
Pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Riau mampu memberi kejutan. Dia sempat mengalahkan juara dunia sekaligus pemanah nomor satu dunia, Kim Woo-jin (Korea Selatan), dengan skor 6-2. Hasil tersebut menjadi kejutan terbesar pada Olimpiade Rio 2016. Akan tetapi, langkah Riau harus terhenti pada babak perdelapan final. Dia kalah dari pemanah Italia, Mauro Nespoli.
Arif Dwi Pangestu
Arif Dwi Pangestu lahir 25 Maret 2004 adalah seorang pemanah recurve Indonesia. Dia berkompetisi dalam kategori individu putra di Kejuaraan Pemuda Panahan Dunia 2017 di Rosario, Argentina. Dia mewakili Indonesia di SEA Games 2019, dalam kategori recurve individu dan beregu putra, dan sukses memenangkan medali emas di kategori beregu, bersama dengan Riau Ega Agatha dan Hendra Purnama.
Adapun pada tahun 2020, Arif berhasil mengantarkan tim panahan putra Indonesia lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Hasil itu didapat setelah tim merah putih mampu menembus partai puncak Final Olympic Qualification Tournament di Charlety Stadium, Paris
Aviyanto Bagas Prastyadi
Alviyanto Bagas Prastyadi akan ikut serta dalam tim panahan yang akan tampil di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Dia dijadwalkan akan bermain pada 26 Juli mendatang. Bagas akan bermain pada kategori men’s single dan men’s team dengan Riau Ega Agatha dan Arif Dwi Pangestu. Pada tahun 2018, Bagas berlaga dalam semifinal test event Asian Games 2018.






