“Alhamdulillah akses jalur jalan Cibitung menuju Teugal Buleud dan sebaliknya sudah bisa dilalui kembali, setelah kurang lebih tujuh jam terhambat,” pungkasnya.
Di wilayah Kecamatan Surade, sebuah jembatan yang menghubungkan ke pemukiman penduduk di Kampung Cikurutug, RT 01/01, Desa Kademangan, Kecamatan Surade ambruk. Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Surade, Solih Sunarya kepada Radar Sukabumi mengatakan, jembatan yang ambruk sekira pukul 05.00 WIB itu, terjadi setelah wilayah Pajampangan diguyur hujan deras.
Sehingga menyebabkan debit air irigasi desa meningkat. “Akibatnya tanggul penahan irigasi tidak kuat menampung air, hingga akhirnya jembatan itu langsung putus atau ambruk,” kata Solih kepada Radar Sukabumi pada Senin (25/10/2021).
Berdasarkan asessmen dilapangan, bencana itu telah mengakibatkan longsor tanggul irigasi sepanjang 20 meter. “Akibatnya, jembatan yang memiliki panjang tiga meter dengan lebar 2,5 meter ambruk,” paparnya.
Selain itu, bencana ini juga telah mengakibatkan sekitar 20 hektare lahan pesawahan warga terendam air. Saat ini, akibat jembatan ambruk itu, kini tidak bisa dilalui Kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Bukan hanya itu, bencana itu juga telah menyebabkan ruster pada saluran irigasi desa juga terputus. Sehingga mengakibatkan 20 hektare sawah terendam air dan terancam gagal panen,” tandasnya.
Pihaknya menambahkan, kondisi saluran irigasi desa saat ini belum mendapat penanganan. Saat ini, pemerintah Desa Kademangan, Kecamatan Surade dan warga sedang melakukan musyawarah untuk penanggulangan.
“Sekarang dibutuhkan karung plastik dan batang pohon kelapa untuk membuat jembatan sementara untuk penanganan darurat,” pungkasnya.
Sementara itu, hujan deras disertai angin kencang juga menyebabkan bangunan Bale Sawala milik Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, ambruk setelah diterjang angin kencang pada Senin (25/10/2021).
Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani kepada Radar Sukabumi mengatakan, peristiwa yang terjadi sekira pukul 14.15 WIB ini, terjadi saat wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang.
“Iya, sewaktu hujan deras. Tiba-tiba datang angin kencang hingga menyebabkan bangunan Bale Sawala, tepatnya di Kampung Ranji, Desa Kebonpedes ambruk,” kata Dadan.
Tidak ada korban jiwa dalam insident ini. Namun, sekitar 10 orang yang merupakan ibu-ibu dari KWT Pantes Desa Kebonpedes, telah terimpa material bangunan baja ringan Bale Sawala.
“Iya, kejadiannya itu setelah petugas dari Dinas Kelautan Kabupaten Sukabumi melakukan monitoring budidaya ikan lele dalam ember ke lokasi Bale Sawala. Setelah itu, mereka pulang.






