Sukabumi Menyambut Baik, Presiden Jokowi Bolehkan Tak Pakai Masker di Tempat Umum

Jokowi-Buka-Masker

SUKABUMI – Sejumlah pengusaha jasa patiwisata di bidang perhotelan menyambut baik adanya kebijakan dari Presiden Joko Widodo yang memperbolehkan masyarakat membuka masker di tempat umum.

Salah satunya Menejer Augusta Hotel Palabuhanratu, Hedi Firmansyah mengungkapkan, kebijakan tersebut tentunya bagi pengusaha jasa pariwisata khsusnya yang bergerak bidang perhotelan merupakan kabar baik.

Bacaan Lainnya

“Mudah-mudahan ini tidak hoaxs. Sehingga kami itu yakin betul memang Indonesia sudah terbebas dari Covid-19.

Kita harus segera bergerak mempersiapkan diri, untuk melengkapi kebutuhan linen dan amenitiesnya, perbaikan fasilitas-fasilitas yang sebelumnya mungkin kurang lengkap dan lain sebagainya,” ujarnya.

“Iya sehubungan karena income nya tidak menentu awalnya, tapi kalau misalkan sudah ada kejelasan seperti itu, ya akan timbul suatu keyakinan bahwa ini rentangnya akan naik bukan turun.

Sehingga, berinvestasi pun kalau memang itu benar adanya, sedikit menghilangkan keraguan,” sambungnya.

Dijelaskan Hedi, dengan adanya kebijaka tersebut juga, tentu akan jadi modal besar khususnya daerah tujuan wisata di Palabuhanratu akan kembali marak dikunjungi oleh wisatawan, khususnya wisatawan domestik.

“Buat kami sendiri, usaha jasa pariwisata yang bergerak di dunia hotel segera melengkapi diri, sehingga kebutuhan hal lain-lainnya bisa segera disiapkan.

Tapi yang jelas, berita ini menghilangkan keraguan dari mereka untuk membuat suatu rencana, kegiatan atau acara dengan jumlah orang cukup banyak yang tadinya mungkin takut dibubarkan atau perlu izin dan lain sebagainya,” terangnya.

Sementara itu, Manajer Grand Desa Resort Suwandi mengatakan dengan adanya kebijakan itu dan benar adanya, sebagai pengusaha hotel sangat mendukung. Karena pernyataan tersebut menurutnya sudah berdasarkan kajian para ahli.

“Tapi kalau pakai masker sudah jadi kebiasaan sah-sah saja. Misal kalau sakit flu, batuk itu pasti memakai masker,” timpalnya.

“Mungkin akibat dua tahun ke belakang ya, kalau liat yang pakai masker sudah biasa dan menjadi kebiasaan. Berarti saat Covid-19 menjadi penyakit yang biasa pada umumnya. Kalau orang pakai masker, cuci tangan sudah jadi kebiasaan hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.

Terpisah, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Badri Suhendi dari Fraksi Partai Demokrat menyambut baik kebijakan tersebut. Hal itu tentunya harus disyukuri. Itu artinya penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia mulai mereda.

“Ya kita patut bersyukur pada Allah SWT, bahwa kondisi Covid-19 secara nasional sudah mulai mereda. Tidak terlalu kelihatan. Tentu dengan kebijakan presiden ini, kita menyambut baik dan bersukacita.

Kita berbahagia dengan langkah dan kebijakan yang diberikan oleh Bapak Presiden. Beliau memberikan kebijakan itu tidak serta merta tanpa ada analisa,” bebernya.

Masih kata Badri, Presiden Joko Widodo sudah melihat, memantau situasi di lapangan seperti apa, dan laporan-laporan dari semua wilayah di Indonesia. Artinya bahwa di Indonesia sudah mulai mereda Covid-19 nya.

Kemudian di Kabupaten Sukabumi sendiri, sudah hampir sama kondisinya bahwa Covid-19 sudah landai. Tidak terlihat dari situasi di perawatan rumah sakit sudah tidak ada yang terkena Covid-19.

“Tetapi tetap kita harus menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari cuci tangan, pakai handsanitizer dan lain sebagainya.

Ya walaupun pemerintah sudah memberikan ruang kebebasan melepas master, tentu kita sambut baik tetapi kalau memang masyarakat masih tetap ingin menggunakan atau memakainya, tidak ada salahnya, untuk kita saling menjaga,” tandasnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi juga menyambut baik akan kebijakan tersebut.

“Kita sangat menyambut baik. Dinkes akan melaksanakan apa yang disampaikan Presiden Republik Indonesia,” ucap Juru Bicara Covid-19 Dinkes Kota Sukabumi, Wahyu Hardiana, kepada Radar Sukabumi Selasa (17/5).

Lanjut Wahyu, presiden mengumumkan itu semua tentunya ada barometer serta pertimbangan dan penelitian yang bisa dipertanggung jawabkan. “Apa lagi di Kota Sukabumi melihat kondisi sekarang sangat landai sekali kasus Covid-19 ini,” jelasnya.

Dinkes Kota Sukabumi tidak memiliki kekhawatiran, melihat situasi beberpa bulan ini tidak ada lagi yang terpapar virus Covid-19.

“Insyaallah kita tidak ada kekhawatiran untuk di Kota Sukabumi. Kita percaya apa yang disampaikan Bapak Presiden, karena untuk kebaikan kita semua,” terangnya.

Dinkes menyarankan kepada masyarakat yang masuk dalam kategori rentan, lansia atau memiliki penyakit komorbid untuk tetap menggunakan masker dimanapun berada.

“Demikian juga bagi masyarakat yang mengalami gejala batuk dan pilek, tetap harus menggunakan masker ketika melakukan aktivitas,” pintanya.(cr1/cr2/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan