Dedi menegaskan, penolakan warga pasar ini mendapatkan dukungan dari elemen masyarakat lainnya. Jika pemerintah daerah masih ngotot melakukan renovasi, maka warga pasar akan demo besar-besaran menuntut supaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi membatalkannya.
“Kami sudah sepakat akan demo besar-besaran bila rencana renovasi pasar ini tetap dilanjutkan,” tegasnya.
Saat ini, lanjut Dedi, warga pasar sudah merasa gerah dengan rencana renovasi pasar Sukaraja ini. Warga merasa didzolimi dan ditindas pemerintah, karena sebelumnya tidak ada sosialisasi yang dilakukan pemerintah kepada warga pasar.
“Renovasi ini ada kepentingan dinas untuk mencari keuntungan dan terkesan memaksakan. Untuk itu, kami berharap rencana pembongkaran pasar ini tidak berlanjut. Karena bangunan kios dianggap masih layak untuk digunakan,” tandasnya.
Hingga berita ini ditulis, wartawan Radar Sukabumi belum mendapatkan klarifikasi dari DPKUKM Kabupaten Sukabumi terkait aksi penolakan dan rencana pembongkaran kios di Pasar Terminal Sukaraja tersebut. (Den/d)






