“Kondisi pergerakan tanah di Gunungbatu Nyalindung sekarang semakin parah. Bahkan, ruas jalan tersebut tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat. Sejak siang retakan tanah mulai membelah, apalagi hujan masih terus mengguyur,” paparnya.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya menghimbau agar warga lebih berhati-hati pada cuaca ekstrim tahun ini, karena dapat berpotensi menyebabkan bencana alam. Himbauan ini, ditujukan kepada seluruh warga Kabupaten Sukabumi, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah perbukitan dan bantaran sungai.
“Selain itu, kami juga menghimbau kepada pengguna lalu lintas agar tetap meningkatkan kewaspadaanya, mengingat saat ini mulai masuk musim hujan yang disertai angin kencang. Bila sedang hujan deras, disarankan agar berteduh terlebih dahulu di tempat yang aman dan jangan dulu melanjutkan perjalannya sebelum kondisi aman atau hujan reda,” pungkasnya.
Sementara itu di Kota Sukabumi, bangunan rumah milik Dandy di Kampung Subangjaya RT 3/4, Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole tergerus tanah longsor, kemarin (16/2). Tak ada korban jiwa pada bencana tersebut.
Pasalnya, seluruh penghuninya berhasil menyelamatkan diri. “Tingkat kerusakannya cukup parah karena hampir semua bagian rumah tergerus material tanah longsor,” kata Kasi Kesiapsiagaan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami.
Longsor terjadi akibat dipicu hujan deras. Bagian rumah berukuran 60 meter persegi yang mengalami kerusakan berada pada ruang dapur, kamar mandi, dan beberapa ruang lainnya.
“Ya, Hal ini terjadi setelah rangkaian hujan yang terjadi sejak siang hingga dini hari tadi di tempat tersebut memicu kejadian ini. Untuk kerugian, masih dalam penghitungan,” terangnya.
Zulkarnain menambahkan, saat ini pemilik rumah sudah diungsikan ke rumah saudaranya. Sedangkan material tanah longsor mulai dibersihkan berikut puing-puing bangunan rumah yang rusak.(Den/upi/t)






