Sementara lokasi longsor yang menyebabkan setengah badan jalan ambruk di Kampung Lebakmuncang, RT 1/3, Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung telah menyebabkan kendaraan roda empat tidak bisa melintas jalan kabupaten itu.
“Setengah badan jalan ini, ambruk akibat luapan air dari sungai Citalahab yang menggerus tanah jalan. Sekarang jalan itu, hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja,” bebernya.
Saat ini, sejumlah petugas gabungan dari Tagana, Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nyalindung, Polri, TNI dan unsur lainnya, tengah berjaga di sekitaran lokasi bencana.
Terpisah, Camat Ciemas, Ahmad Gangga Senjaya mengatakan, saat ini pihaknya bersama dengan TNI, Polri, BPBD serta Tagana dan komunitas kemanusian lainnya tengah berada di lokasi bencana untuk berupaya mengevakuasi material longsoran yang menimbun badan jalan provinsi itu.
“Kita sudah melaporkan kondisi ini kepada Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat. Sekarang mereka sedang dalam perjalanan menuju ke sini sambil membawa alat berat untuk mengevakuasi material longsoran berupa tanah dan lumpur,” bebernya.
Kapolres Sukabumi, AKBP Nuredy Irwansyah Putra melalui Kasubag Humas Polres Sukabumi, Ipda Aah Saepul Rohman mengatakan, berdasarkan data sementara yang tercatat di Polres Sukabumi, ada empat kecamatan yang diterjang bencana alam.
“Empat kecamatan ini adalah Kecamatan Nyalindung, Ciemas, Simpenan dan Kecamatan Cisolok. Ini baru data sementara, besar kemungkinan masih ada kejadaian lainnya,” katanya.
Berdasarkan laporan petugas dilapangan, tidak ada korban jiwa dalam bencana alam itu. Hanya saja, sejumlah akses lalu lintas tidak bisa berjalan normal seperti biasanya. Bahkan, tidak bisa dilintasi oleh kendaraan roda empat.






