Selamat Datang New Normal, Sukabumi Sudah Siap ?

  • Whatsapp
NEW NORMAL: Personel TNI berjaga di Stasiun MRT Bundaraan HI, Jakarta, Selasa (26/5). Aparat gabungan TNI dan Polri akan dikerahkan ke berbagai lokasi keramaian untuk mengawasi aktivitas masyarakat dalam penerapan new normal di tengah pandemi covid-19. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

SUKABUMI – Pemprov Jawa Barat sudah bersiap untuk menyambut kehidupan baru (new normal) pasca ditetapkan sebagai zona merah pandemi corona atau Covid-19. Kota dan Kabupaten Sukabumi juga menjadi salah satu wilayah yang bersiap menjalankan new normal tersebut.

Pemkot Sukabumi misalnya, bakal mendukung apa yang telah di gagas oleh pemerintah pusat terkait pelaksanaan new normal. Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengungkapkan, terkait new normal Pemkot Sukabumi siap mendukungnya. Namun meski begitu, hingga saat ini, pihaknya belum menerima petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya.

Bacaan Lainnya

“Tentunya, kami (Pemkot Sukabumi) siap mendukung apa yang telah digagas oleh Presiden dalam hal ini pemerintah pusat. Termasuk, apa yang telah disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat. Saat ini, kami sudah melakukan pendataan untuk menentukan new normal seperti apa yang diterapkan di Kota Sukabumi,” terangnya saat di hubungi Radar Sukabumi, Rabu (27/5).

Kendati demikian, lanjut Fahmi, walaupun pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) telah berakhir, namun pengetatan-pengetatan tetap dilakukan. Mulai dari pemberlakuan psykal distancing, sosial distancing hingga protokol kesehatan maksimal. “Pengetatan-pengetatan masih tetap dilakukan. Namun memang ada beberapa pelonggaran seperti halnya kegiatan perekonomian,” tutupnya.

Terpisah, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengaku siap mengikuti fase new normal yang akan diberlakukan Provinsi Jawa Barat mulai 1 Juni 2020 nanti. “Saya berharap masyarakat bisa sadar dan menjalani protokol kesehatan ketat pada pelaksanaannya nanti,” jelas Marwan kepada Radar Sukabumi, Rabu (27/5).

Pada pelaksanaan new normal, pemerintah daerah akan bekerjasama dengan petugas gabungan dari Polri dan TNI untuk melakukan pengawasan secara ketat di sejumlah area publik yang berpotensi menjadi tempat perkumpulan massa. Seperti pasar, mall, tempat wisata dan lainnya. “Jadi dalam pengawasannya nanti, akan diperketat untuk membiasakan masyarakat menjalani kesehariannya di masa new normal nanti,” paparnya.

Pada fase tersebut, masyarakat diperbolehkan untuk menjalani kesehariannya seperti biasa. Namun, tidak lepas dari protokol kesehatan. Seperti penggunaan masker, tidak berkerumun dan menggunakan handsanitizer atau membiasakan diri mencuci tangan. “Masyarakat ‘dilepas’, namun tetap menjalankan aturan. Artinya, dibebaskan beraktivitas namun bukan bebas seperti dulu, masker tetap dipakai, handsanitizer dibawa, kerumunan dikurangi,” ujarnya.

Ketika disinggung mengenai pendidikan, dirinya mengaku akan lebih dulu merumuskan kebijakannya seperti apa nantinya. Bisa dengan jaga jarak atau teknis lainnya seperti penggunaan aturan shift pada kegiatan belajar mengajar. “Tetap protokol kesehatan, menyesuaikan kapasitas dalam ruang belajar mengajar. Bisa nanti misalkan ada 100 siswa, bisa bergantian memanfaatkan 50 persen ruangan,” ujarnya.

Hal serupa juga akan diberlakukan di sektor pariwisata, hiburan dan sektor ekonomi. Seperti halnya saat ini, seluruh tempat wisata di Kabupaten Sukabumi telah ditutup dan jangan sampai didatangi wisatwan dari luar daerah. “Ini harus dipahami. Artinya bukan berarti kita menghalangi kegiatan ekonomi masyarakat, tetapi ini untuk kepentingan bersama dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona. Artinya, berdagang boleh, tetapi mereka harus menerapkan protokol kesehatan dalam segi keamanannya. Tidak ada sanksi, tetapi kalau kerumunan ini dilakukan di ruang publik atau toko, maka akan ada saknsi berupa penutupan tokonya,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara mengatakan, kedepannya pemerintah pusat sudah berencana akan menerapkan new normal dan Kabupaten Sukabumi akan mengikuti peraturan tersebut sesuai dengan yang aturan yang berlaku. “Jadi new normal ini harus menjadi sesuatu normal yang baru dan ini harus disosialisasikan kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi. Iya, pihak Polri dan TNI pun sudah diberitahukan oleh lembaganya masing-masing, mengenai new normal ini,” katanya.

Untuk itu, seluruh stakehoalder kerja bersama dan komunikasi yang baik untuk bisa melaksanakan new normal. Karena ini merupakan sesuatu yang baru dan masyarakat banyak yang belum mengetahui dan memahami soal new normal ini. “New Normal ini akan dilakukan mulai empat hari kedepan. Jadi TNI dan Polri akan ditempatkan di Mall dan pasar. Jadi masyarakat tidak boleh kaget. Karena petugas akan mensosialisasikan dan menertibkan kegiatan new normal ini,” punhkasnya. (upi/den/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *