BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Satu Keluarga Berdesak-Desakan Tinggal di Rumah Tidak Layak

×

Satu Keluarga Berdesak-Desakan Tinggal di Rumah Tidak Layak

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Alasan ekonomi, satu keluarga yang terdiri dari ayah-ibu beserta tujuh orang anaknya asal Kampung Cibolangkaler RT17/04 Desa Cibolangkaler Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, terpaksa harus rela tinggal di sebuah bangunan rumah yang kondisinya terbilang tidak layak huni.

Pantauan Radar Sukabumi.com, rumah yang ditinggali oleh Dadang (52) beserta keluarganya ini berupa bangunan berukuran 7×5 meter persegi. Hampir di semua sudut bangunan sudah mengalami kerusakan yang relatif parah. Kondisi tersebut telah berlangsung selama dua tahun terakhir.

Bank bjb Tandamata

Di musim penghujan seperti saat ini, bangunan rumah tersebut tidak lagi mampu melindungi Dadang dan keluarganya dari guyuran air hujan. Kebocoran kerap melanda di sebagian besar langit-langit rumahnya.

Terlebih lagi air hujan yang terjun langsung ke dalam rumahnya turut merusak sejumlah perabotan yang di dalam rumah. Tentu saja dalam situasi seperti itu, Dadang hanya bisa meratap pilu dalam kondisi kedinginan.

Dadang mengaku dirinya bukan tidak memiliki niatan untuk memperbaiki tempat tinggalnya. Namun karena keterbatasan ekonomi, Dadang terpaksa harus mengurungkan keinginannya itu. Pendapatannya sebagai tukang sayur keliling, hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan makan keluarganya sehari-hari.

“Sebenarnya saya ingin sekali memiliki rumah yang layak. Tapi nyatanya saya hanya bisa pasrah aja, karena tidak ada uang untuk memperbaikinya. Terpaksa keluarga harus tinggal di rumah yang kondisinya seperti ini,” paparnya kepada Radar Sukabumi.com. (10/10).

Diungkapkannya, selain merasakan kekhawatiran akan roboh bangunan rumahnya, Dadang beserta keluarga harus menjalani ketidak-nyamanan setiap harinya. Pasalnya selain rusak, mereka pun harus rela berdesakan karena sempitnya rumah. (Subhan)