“Jadi, masyarakat bisa kita arahkan untuk membuat identitas kependudukan secara digital. Itu pun kalau misalnya mereka punya handphone. maka akan diarahkan memakai KTP digital saja,” bebernya.
Pihaknya menambahkan, bahwa ketiadaan blangko e-KTP itu merata dan terjadi di seluruh Indonesia. Namun, ketika disinggung mengenai alasan soal kekosongan stok blangko untuk e-KTP tersebut. Dirinya mengaku belum bisa menjawab.
“Iya, kalau untuk soal itu saya tidak tahu. Karena ini merupakan kebijakan dari pusat, blangko KTP ini tidak bisa didistribusikan ke daerah. Jadi untuk alasannya saya tidak tahu. Meski begitu, kami berharap masyarakat tidak perlu khawatir, karena masalahnya sekarang kan sudah ada pengganti e-KTP dan itu sama kegunaannya. Lantaran, diterbitkan langsung oleh Disdukcapil karena by sistem,” pungkasnya. (den/d)






