Tak hanya membanggakan secara budaya, pencapaian Adam turut mempromosikan UMKM lokal ke pasar global. Pedang buatan Sadam Sajam kini dipesan dari berbagai negara seperti Thailand, Malaysia, dan Timur Tengah, dengan pemasaran berbasis digital.
“Ini menjadi role model bahwa produk tradisional pun bisa menembus dunia,” kata Asep.
Pemerintah desa berkomitmen untuk terus mendukung pengrajin lokal melalui pelatihan dan pengadaan alat produksi modern. Prestasi Adam dinilai menjadi inspirasi bagi pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis warisan lokal.(den/d)




