SUKABUMI – Cuaca ekstrem saat hujan datang yang melanda Kabupaten Sukabumi, kembali menyebabkan bencana alam. Meski tidak ada korban jiwa, bencana tersebut, telah merusak sejumlah rumah warga hingga bangunan sekolah.
Berdasarkan data sementara yang tercatat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Kamis (22/05), telah menyebabkan tiga kecamatan di Kabupaten Sukabumi, dilanda bencana longsor, banjir lumpur, hingga pergerakan tanah.
Manajer Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna kepada Radar Sukabumi mengatakan, tiga kecamatan yang terdampak itu, diantaranya Kecamatan Sukalarang, Gegerbitung dan Kecamatan Sukaraja.
“Untuk di Kecamatan Sukalarang, pada Jumat (23/05) sekira pukul 06.00 WIB, dilaporkan tebing setinggi 8 meter dan panjang 15 meter longsor dan menutup akses jalan gang di Kampung Marga Jaya, RT 24/RW 06, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang,” kata Daeng kepada Radar Sukabumi pada Jumat (23/05).
Sementara di Kampung Cipetir, RT 04/RW 01, Desa Priangan Jaya, Kecamatan Sukalarang, hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang menyebabkan atap ruang kelas sekolah Mts Al-Idris, ambruk. “Tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka pada bencana ini, hanya saja anak sekolah tidak bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar, karena bangunan sekolahnya ambruk,” paparnya.
Di Tempat terpisah, pada Kamis (22/05 sekira pukul 23.20 WIB, bencana longsor menyebabkan tebing jalan desa dengan panjang 20 meter dan tinggi 5 meter ambruk, dan mengancam 1 unit rumah warga yang berada di bawahnya, tepatnya di Kampung Babakan, RT 10/RW 02, Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi.






