SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menaruh perhatian serius terhadap kondisi rusaknya Jembatan Leuwidinding di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah. Kerusakan jembatan gantung sepanjang 40 meter dengan lebar 1,20 meter itu memaksa puluhan pelajar menyeberangi Sungai Cimandiri menggunakan perahu karet demi berangkat sekolah.
Jembatan yang menghubungkan tiga kecamatan—Jampangtengah, Gunungguruh, dan Cikembar—tidak dapat digunakan sejak 28 Desember 2025 akibat luapan Sungai Cimandiri. Akibatnya, pelajar dari Kampung Leuwidinding harus menyeberangi sungai untuk menuju sekolah di Kampung Kebonjati, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, serta Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menegaskan persoalan ini telah masuk dalam pembahasan lintas pemerintah daerah hingga pusat. “Pak Gubernur sudah melakukan pendataan. Program Pak Presiden memang ada untuk pembangunan jembatan-jembatan, khususnya yang menjadi akses utama menuju sekolah,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Menurut Deden, wilayah Jampangtengah menjadi perhatian khusus karena kerap terdampak bencana. Bahkan, jembatan yang sempat dibangun kembali mengalami kerusakan akibat bencana susulan. “Ini yang sedang kita dorong agar penanganannya lebih komprehensif,” jelasnya.
Sejumlah pertemuan telah dilakukan untuk mencari solusi terbaik, baik melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Mudah-mudahan pembangunan jembatan ini bisa segera terealisasi,” kata Deden.






