SUKABUMI – Pemerintah Kecamatan Jampangtengah bersama lintas sektor memastikan kajian teknis pembangunan kembali Jembatan Leuwidinding di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, resmi dimulai.
Jembatan gantung sepanjang 40 meter dengan lebar 1,2 meter itu lumpuh setelah diterjang luapan Sungai Cimandiri pada 28 Desember 2025 lalu. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga Kampung Leuwidinding terganggu, termasuk anak-anak yang harus menyeberangi sungai untuk berangkat sekolah.
Camat Jampangtengah, Chaerul Ichwan, mengatakan peninjauan lapangan dilakukan bersama Kepala Desa Tanjungsari, tim teknis Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, serta unsur Forkopimcam. “Hari ini kami melakukan pemetaan dan peninjauan kondisi jembatan yang hanyut akibat banjir Sungai Cimandiri,” ujarnya kepada Radar Sukabumi, Jumat (6/2/2026).
Menurut Chaerul, hasil kajian teknis akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk dan spesifikasi jembatan baru, apakah menggunakan desain permanen atau alternatif lain. “Kita ingin memastikan jembatan yang dibangun nanti benar-benar layak dan aman untuk jangka panjang,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan direncanakan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perkim. Saat ini, proses masih dalam tahap pengumpulan data dan penyusunan dokumen teknis.
Meski membutuhkan waktu, Chaerul berharap pembangunan bisa segera direalisasikan mengingat dampaknya yang besar bagi masyarakat. “Harapan kami tentu sesegera mungkin, karena jembatan ini sangat vital bagi aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah,” katanya.
Dalam peninjauan tersebut hadir Camat Jampangtengah, Kapolsek Jampangtengah, Danramil, Disperkim Kabupaten Sukabumi, BPD Desa Tanjungsari, serta perangkat desa setempat.(den/d)





