WHO juga mengatakan butuh penelitian lebih lanjut memastikan soal apakah virus lebih menular, mematikan atau resisten pada vaksin dan perawatan. WHO juga pernah menyampaikan sebelumnya B1621 tersebut mengandung mutasi genetik yang menunjukkan kekebalan alami.
Vaksin saat ini dan perawatan antibodi monoklonal disebut mungkin tidak bekerja dengan baik, ungkap WHO. “Mu memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan,” ungkap lembaga itu.
WHO menambahkan, “Data awal yang disajikan kepada Kelompok Kerja Evolusi Virus menunjukkan pengurangan kapasitas netralisasi serum pemulihan dan vaksin yang serupa dengan yang terlihat untuk varian Beta, tetapi ini perlu dikonfirmasi oleh penelitian lebih lanjut.”






