“Nantinya ada pertemuan lagi, rencannya antara bulan ini atau November, tapi yang terpenting kami di wilayah menjaga bagaimana suasana tetap terjaga dengan baik, karena memang isu-isu yang kurang baik mulai bertebaran,” ungkap Tri.
Maka dari itu, pihaknya mengimbau kepada warga untuk tidak mempercayai secara langsung informasi tentang persolan tersebut yang bersumber diluar pihak pemerintah dan PT KAI.
“Ya himbaunnya warga agar tidak termakan informasi yang meresahkan, karena kemipun pemerintah bakal mencarikan solusi terbaik bagi warga yang terdampak,” imbuhnya.
Sementara itu, Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengakui tengah berpikir keras mencari solusi bagi warga yang terdampak tersebut. Kendati demkian, pihaknya bakal memperjuangkan aspirasi dari masyarakat yang terdampak itu.
“Sudah ada permohonan dari warga yang terdampak, kami pun tengah berpikir keras. Permohonan yang disampaikan warga leboh kepada harus pindah kemana setelah kediamannya itu terdampak,” tandas Fahmi. (upi/e)





