“Dengan begitu, nantinya hama keong ini bisa berkumpul dibuah pepaya sehingga para petani tidak kerepotan untuk mengambil keong tersebut karena sudah dipancing dengan buah pepaya,” ujarnya.
Menurut Andri, serangan hama keong ini dapat berdampak terhadap menurunnya hasil panen para petani. Pasalnya, hama keong akan menyerang tangkai padi hingga buahnya.
“Kalau misalnya dari satu hektare sawah biasanya bisa menghasilkan beberapa ton maka dengan adanya hama keong ini hasil panen akan menurun,” imbuhnya.
Andri menambahkan, sebenarnya hama keong ini dapat dimanfaatkan para petani untuk pakan bebek dan juga bisa ditumbuk hingga dijadikan untuk pupuk tanaman.
“Hama keong dan telurnya ini bisa ditumbuk kemudian dijadikan pupuk. Kami akan terus melakukan penyuluhan dan pemantauan kepada para petani agar hasil panennya dapat maksimal,” pungkasnya. (bam)






