“Ya saya sih berharapnya libur cuti bersama tidak dipangkas. Termasuk diperbolehkan untuk mudik. Karena tahun lalu pun saya dan keluarga tidak mudik ke kampung halaman di Jawa Timur,” lirihnya.
Ia mengaku, kalau pun diperbolehkan mudik tapi cuti bersamanya tetap dipangkas, itu akan sama saja. Karena, dia tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya untuk memaksakan mudik. “Ya kalau cuti bersamanya dipangkas, otomatis waktu libur saya di tempat kerja sedikit. Jadi tetap saja tidak bisa mudik,” lanjutnya.
Padahal, dirinya mengaku sudah rindu keluarga besarnya. “Ya siapa sih yang tidak kangen dengan keluarga besar. Terutama orang tua. Tapi kalaupun mudik juga memang tetap ketakutan masih ada,” tambah Subhan.
Sementara itu, berbagai persiapan telah dilakukan oleh daerah salah satunya Pemkab Sukabumi untuk mengantisipasi apapun hasil keputusan libur lebaran tahun ini.
Koordinator data dan informasi Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi, Andi Rahman mengungkapkan, terkait dengan persiapan mudik lebaran 2021, untuk mengantisipasi dampaknya salah satunya dengan penguatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala Mikro.
“Kita akan ada penguatan di tingkat posko desa untuk mengantisipasi dampak dari mudik lebaran tahun ini, walaupun memang hingga saat ini pemerintah pusat belum menentukan seperti apa mekanismenya,” jelasnya kepada Radar Sukabumi saat dihubungi.






