Pulang ke Sukabumi, Pemudik Dirazia

  • Whatsapp
Satgas Gugus Kesehatan wilayah VI Jampangkulon, saat melakukan pemeriksaan kepada pemudik asal Jabodetabek.

“Namun, semua pemudik yang datang dari zona merah, maka telah dikategorikan menajdi orang dalam pengawasan (ODP) atau orang tanpa gejala (OTG),” ujarnya.

Untuk itu, setelah dilakukan pengecakan medis dan pendataan identitas pemudik, petugas langsung memberikan pemahaman agar setelah sampai rumahnya masing-masing, disarankan supaya tidak melakukan aktivitas keluar rumah.

Read More

“Iya, kami menghimbau kepada mereka agar melakukan isolasi secara mandiri. Artinya, mereka itu harus mengkarantina diri selama 14 hari di rumahnya. Untuk melakukan pengawasannya, kami kirimkan semua data dan identitas mereka ke setiap Puskesmas dimana mereka berdomisili,” timpalnya.

Sementara itu, seorang pemudik asal daerah Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Ismi Uswatun Hasanah (22) mengatakan, dirinya sengaja pulang ke wilayah Pajampangan yang merupakan tempat tinggal keluarganya.

Lantaran, ia yang merupakan mahasiswa di salah satu fakultas yang ada di daerah Bekasi itu, sudah lama tidak melakukan kegiatan proses belajar mengajar di fakultasnya, semenjak Indonesia dinyatakan pandemi COvid-19.

“Operasi pemudik ini, sangat bagus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Hanya saja waktu dan tempatnya kurang episien. Iya, mungkin karena banyak yang terburu-buru ingin pulang,” pungkasnya. (den/d)

Related posts

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *