BERITA UTAMA

Potret Remaja Pembawa Sajam di Cicurug Menangis usai Ditangkap, Memohon Maaf ke Orang Tua

×

Potret Remaja Pembawa Sajam di Cicurug Menangis usai Ditangkap, Memohon Maaf ke Orang Tua

Sebarkan artikel ini
Saat sejumlah remaja meminta maaf kepada para orang tuanya masing maisng saat dilakukan pembinaan di polres Sukabumi.(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)
Saat sejumlah remaja meminta maaf kepada para orang tuanya masing maisng saat dilakukan pembinaan di polres Sukabumi.(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)

SUKABUMI – Aksi sekelompok remaja yang bergerombol sambil membawa senjata tajam (sajam) di Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, sempat menghebohkan jagat maya dikumpulkan di polres Sukabumi.

Video yang viral di media sosial itu memicu keresahan warga, hingga akhirnya jajaran kepolisian Polres Sukabumi turun tangan untuk mengamankan para pelaku.

Bank bjb Tandamata

Sejumlah remaja yang rata-rata masih berstatus pelajar hanya bisa menangis saat diamankan polisi. Mereka bahkan memohon maaf kepada orang tua masing-masing dalam sebuah pertemuan yang digelar bersama pihak sekolah, tenaga pendidik, serta warga setempat. Minggu, (9/2/2025).

Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, menegaskan bahwa kepolisian telah menindaklanjuti kasus ini secara serius, pasalnya peristiwa tersebut sangat meresahkan masyarakat, Ia bersyukur tidak ada korban jiwa atas aksi para remaja tersebut tetapi tetap hal itu harus diproses agar tidak terulang.

 “Setelah dilakukan penyelidikan, kami berhasil mengamankan kelompok remaja yang berkonvoi di malam hari menggunakan sepeda motor dan membawa senjata tajam itu,” ujar Kapolres Samian.

Lebih lanjut, Kapolres Samian menegaskan pihak kepolisian tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mencari solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami mengundang orang tua, pihak sekolah, serta RT dan RW setempat untuk berdiskusi. Harapannya, kejadian ini menjadi pembelajaran bagi mereka yang terlibat dan juga bagi remaja lainnya. Kami ingin memastikan bahwa ini adalah peristiwa terakhir di wilayah hukum Polres Sukabumi,” tegasnya.

Kapolres Samian menambahkan bahwa dalam menangani kasus yang melibatkan anak-anak, kepolisian memiliki kewenangan diskresi. Artinya, tidak semua kasus harus berlanjut ke proses hukum yang ketat, terutama jika pelaku menunjukkan penyesalan dan ada solusi alternatif yang lebih mendidik.

“Kami mempertimbangkan banyak aspek, termasuk ancaman hukuman serta kondisi korban. Dalam kasus ini, meskipun tidak ada korban jiwa, masyarakat sempat dibuat resah,” terangnya.

 “Oleh karena itu, selain mengamankan para pelaku, kami juga mempertimbangkan masukan dari orang tua, lingkungan, dan pihak sekolah agar mereka bisa dibina serta tetap melanjutkan pendidikan,” ucap Kapolres Samian.