Kabid Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih mengungkapkan penyebab kemacetan panjang di Puncak selama berjam-jam karena jumlah kendaraan naik dua kali lipat dibandingkan musim liburan serupa. “Yang biasanya 60 ribu sampai 70 ribu kendaraan sekarang dua kali lipatnya,” kata Dadang.
Selain itu, jalan alternatif yang digunakan untuk menghindari macet juga bernasib serupa. Beberapa jalan alternatif juga terkunci. “Banyak kendaraan yang juga menerobos, membuat kemacetan kian parah,” imbuhnya.
Menurut dia, agar kejadian serupa tidak terjadi, perlu adanya pembatasan kendaraan ke Puncak di momen-momen tertentu. Walaupun itu sudah diterapkan melalui kebijakan ganjil-genap.
“Yang berjalan sekarang adalah kendaraanya dibatasi, tapi orang yang masuk belum. Ini yang harus dipikirkan,” imbuhnya.
Terpisah, PJ Bupati Bogor Asmawa Tosepu menuturkan turut berduka citas atas meninggalnya satu wisatawan di kawasan Puncak Bogor. Kejadian ini menurutnya menjadi evaluasi semua pihak dan menjadi perhatian khusus pihaknya agar melakukan penataan kawasan Puncak Bogor. “Saya berharap dengn tingginya antusiasme masyarakat berkunjung ke Puncak dapat menambah semangat jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memaksimalkan penataan kawasan wisata ini,” paparnya.
Macet Hingga Jalur Alternatif
Pengalaman pahit terjebak macet di kawasan Puncak diungkapkan sejumlah warganet. Mereka bisa lolos dari kemacetan setelah mencari jalur alternatif. Seperti yang diungkapkan akun @muhamamadsolihin9. Dia bercerita ikut terjebak macet saat pulang-pergi Puncak-Kota Bogor. Dia berangkat dari Kota Bogor jam 09.00 dan sampai di Bumi Aki Puncak sekitar pukul jam 12.00. Namun ketika pulang dia terjebak macet di dekat pintu masuk Taman Matahari. Dia akhirnya memilih jalur alternatif. “Walaupun alternatifnya juga macet parah, tapi sampai Kota Bogor jam 6 sore,” ungkapnya.
Akun lain, @oriflamemaliha indonesia menyebut dirinya berangkat dari Cibodas hendak ke Jakarta. Dia mesti menempuh perjalanan 10 jam, mulai pukul 12.00 siang sampai pukul 22.00 malam untuk bisa keluar dari kemacetan. “Sempat kejebak macet berjam-jam pas di Cimacan, akhirnya cari jalur alternatif,” sebutnya.





