Polisi: Calon Bupati Itu Diduga Mau Gandakan Uang oleh Dukun Sukabumi

  • Whatsapp
Kasat Reksrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadilah (foto: Dendi/radarsukabumi)

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus raibnya uang milik calon Bupati Sorong Selatan, Yunus Saflembolo yang sempat pingsan di kawasan wisata Curug Pareang, Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila mengatakan, hasil penyelidikan sementara bahwa korban tidak mengenal pelaku tersebut. Begitupun pengakuan dari para saksi yang juga tidak mengetahui mengenai siapa paranormal atau dukun yang disebut-sebut membius dan membawa kabur uang senilai Rp 100 juta.

Bacaan Lainnya

“Untuk sementara ini, keterangan korban sendiri memang tidak mengetahu atau tidak mengenal pelaku. Sebab itu, kita berangkat dari keterangan saksi yang awalnya mengenalkan kepada korban, tetapi untuk keterangan lebih lanjut kita sedang mendalami sejauh mana keterangan si saksi ini mengetahui si terduga pelaku itu,” kata Rizka saat didampingi Radar Sukabumi di Mapolres Sukabumi, Jumat (19/6).

Rizka juga mengatakan bahwa berdasarkan keterangan tersebut, korban diduga dibius usai meminum susu kaleng saat menjalankan proses ritual di TKP. Sang dukun berdalih bahwa itu adalah salah satu syarat pelaksanaan ritual. “Setelah diminum tiga orang termasuk korban ini, langsung merasakan lemas badannya,” imbuhnya.

Usai meminum susu tersebut, ketiga korban pindah ke sebuah gubuk yang lokasinya masih berada di kawasan objek wisata Curug Pareang. Kondisi para korban makin lemah sehingga menjadi kesempatan pelaku untuk mengambil tas berisikan uang milik Yunus.

Pelaku lantas melarikan diri. Sementara, driver korban bergegas mengecek ke tempat ritual dan mendapati ketiga korban dalam kondisis tidak sadarkan diri. “Kami masih melakukan penyelidikan terakhir malam korban dan saksi masih dimintai keterangan. Sementara untuk jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta,” imbuhnya.

Lebih lanjut, kata Rizka lagi, menurut pengakuan korban, ia bersama sekretaris pribadinya sengaja telah berangkat dari Papua ke Jakarta. Kemudian berangkat ke Bogor untuk menjemput dua rekannya. Setelah itu, mereka langsung ke wilayah Jampangtengah, Sukabumi untuk melakukan ritual tertentu.

Awalnya, rencana untuk melakukan ritual penggandaan uang ini akan dilakukan di wilayah Kota Sukabumi. Namun, karena hasil nilai nominal penggandaan uangnya tidak maksimal, maka dua orang yang tidak dapat dipublikasikan identitasnya langsung mengusulkan dan mengarahkan jalur lain dengan hasil yang lebih maksimal.

“Nah, dari situlah baru nyambung dengan si terduga pelaku. Jadinya sekian tapi tidak di dealkan lewat ibu haji (orang yang dibawa korban dari bogor) kepada orang lain atau dukun pengganda uang,” imbuhnya.

Ketika disinggung, mengenai terduga pelaku yang merupakan dukun pengganda uang ini, telah mengenal secara dekat dengan dua orang yang di jemput korban dari Bogor itu. Dirinya menjawab, belum mengetahui secara pasti. Lantaran, saat ini pihak kepolisian masih mendalami keterangan dari saksi dan korban.

“Sekarang ketiga korban berikut bakal calon Bupati Sorong Selatan ini, masih berada di Mapolsek Jampangtengah untuk dilakukan pemeriksaan lebih dalam lagi,” pungkasnya. (Den/rs)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *